Vaksin Belum ‘Halal’ Imunisasi MR Sudah 23 Persen, Kok Bisa?

Ilustrasi imunisasi MR. foto: Liputan6.com

MUSTANIR.COM, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyebut pemberian imunisasi Measles dan Rubella (MR) fase kedua sudah teralisasi sebesar 23,97 persen atau sebanyak 6.566.474.

Imunisasi MR fase kedua ini dilaksanakan sejak awal Agustus hingga September 2018 dan berfokus pada 28 provinsi di luar pulau Jawa.

“Untuk cakupan sampai tanggal 13 Agustus dari laporan yang masuk ke kami 23,97 persen dari 31,9 juta anak di 28 provinsi yang melaporkan di kami,” terang Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantonk di Gedung Ombudsman RI, Jakarta, Selasa (14/8).

Anung mengatakan paling tidak hingga akhir September nanti pihaknya optimistis bakal memenuhi 95 persen dari target 31,9 juta anak dengan perhitungan 1,5 persen per harinya.

“Kalau 13 dikali 1,5 persen kan baru 19,5 persen sekarang sudah 23,97 persen,” terang Anung.

Kendati sudah 23,97 persen anak mendapatkan imunisasi MR, proses sertifikasi vaksin itu sampai saat ini masih berjalan. Majelis Ulama Indonesia masih menunggu Serum Institute of India (SII) selaku produsen vaksin untuk melengkapi dokumen-dokumen untuk sertifikasi halal.

Anggota Komisi Fatwa MUI Aminudin Yakub mengatakan pihak SII sudah bersurat kepada Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Makanan MUI terkait sertifikasi halal vaksin MR.

“Mereka akan segera melengkapi begitu sudah sampaikan dokumen yang diperlukan MUI akan melakukan analisis scientist-nya kemudian audit on the spot-nya (datang ke pabrik di India),” terang Aminudin pada kesempatan yang sama.

Audit di tempat tersebut, terang Aminudin akan mengecek kesamaan data yang dicantumkan di dokumen dengan proses produksi yang terjadi di pabrik vaksin SII.

Setelah didapat hasil dari audit on the spot tim LPPOM MUI akan langsung berkoordinasi dengan tim fatwa MUI untuk segera mengeluarkan fatwa terkait vaksin MR.

Aminudin optimistis fatwa tersebut bakal keluar sebelum akhir September 2018 atau sebelum program imunisasi MR Kemenkes fase kedua selesai apabila tidak ada hal-hal yang krusial dari aspek kehalalan.

“Kami optimis tapi tergantung pihak produsen SII jika mereka langsung menindaklanjuti surat terakhir dan dokumen yang harus dilengkapi,” terang dia.
(cnnindonesia.com/21/8/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories