Ulama Madura: Islam Tidak Memisahkan Agama dengan Kehidupan

Foto: shautululama

MUSTANIR.COM, Pamekasan, Madura – Komunitas Pembaca Buletin Kaffah menggelar Majelis Taklim bertajuk “Mengukur Kebenaran Ideologi” pada Selasa, 30/10. Mejelis taklim ini bertempat di Masjid Pademawu, Pamekasan, Madura, Jatim, asuhan Kiai Jufri.

Tidak dipungkiri bahwa ideologi yang berkuasa sekarang ini adalah kapitalisme sekuler. Namun pertarungan ideologi masih terus bergulir, yaitu antara ideologi Kapitalis, Sosialis-Komunis, dan Islam.

Acara dipandu oleh Harun dari Pamekasan dengan menghadirkan Ustadz Anis tokoh agama dari Sampang.

Ideologi kapitalis, yang sekarang diterapkan di Indonesia, diemban oleh negara-negara barat. Ideologi kapitalis terbukti gagal memberi kesejahteraan bagi masyarakat, serta menimbulkan krisis multidimensi seperti merosotnya moral, maraknya kasus korupsi, dikuasainya sumber-sumber kekayaan alam oleh pihak asing, serta masalah lainnya.

Kapitalisme sekular mengakui adanya Pencipta dan adanya kehidupan sebelum sesudah dunia, tapi ideologi ini memisahkan agama dari kehidupan (sekulerisme). Ideologi ini hasil dari pemikiran manusia.

Sementara, Sosialisme-Komunisme beranggapan bahwa segala sesuatu itu adalah materi. Komunisme tidak mengakui Tuhan, dan tidak mengakui kehidupan sebelum dan sesudah dunia. Ideologi ini berasal dari materi, sesuai dengan evolusi materi.

Ideologi Islam adalah ideologi yang berdasarkan akidah Islam. Ideologi Islam tidak memisahkan antara agama dan kehidupan. Karena itu, Islam menawarkan solusi atas permasalahan kehidupan manusia. Ideologi Islam berasal dari Allah SWT, yang tercantum dalam Al Qur’an dan As Sunnah, sebagai pedoman hidup manusia.

“Sebagai seorang muslim, tiada pilihan lain kecuali ideologi Islam. Karena merupakan tuntutan aqidah dan syariah Islam,” ujar Ustad Anis.

Salah seorang peserta, bapak Zainal, menyampaikan bahwa saat ini terjadi kebingungan di tengah umat Islam. “Ahok yang jelas-jelas menistakan ayat Al Qur’an, masih ada ulama yang mendukungnya”, ujar bapak Zainal, yang juga seorang guru Sekolah Dasar. Menurut penuturan beliau, sudah jelas di rezim saat ini komunis mendapat angin segar. Contohnya penulis buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ Ribka Tjiptaning Proletariati sekarang berada dalam lingkaran istana.

Peserta lainnya bapak Ali yang juga berprofesi sebagai guru pengajar PPKN, menanyakan bagaimana mendudukkan bahwa di pelajaran PPKN sendiri menurut beliau ada yang tidak sesuai dengan Islam?

Menurut Ustad Anis, pekerjaan sebagai guru sudah terikat akad. Jadi tetap melakukan aktivitas mengajar, namun di akhir pelajaran harus ditegaskan mana materi-materi yang tidak sesuai dengan Islam. Seperti pemahaman toleransi yaitu semua agama benar. Jelas pemahaman tersebut bertentangan dengan Islam, karena satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah SWT adalah agama Islam.

Majelis Taklim diakhiri dengan ramah tamah dan peserta meminta supaya Majelis Taklim bisa diadakan secara rutin.

Sumber: shautululama.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories