Tanpa Islam, Globalisasi Berujung Prostitusi

Ilustrasi. foto: Liputan6.com

MUSTANIR.COM – Kemajuan teknologi yang dimotori dunia barat mempermudah tersebarnya arus globalisasi. Berbagai bentuk produk materi, pemikiran dan kebudayaan yang tercipta di dunia barat, maka tak menunggu lama akan tersebar di seantero jagat.

Gadget, bagian dari hasil kemajuan teknologi yang berupa materi, penggunaannya haruslah diiringi dengan pemikiran yang benar ( bagi umat Islam tentu pemikiran Islamlah satu – satunya agama yang menjadi sumber kebenaran ), maka akan berefek kebaikan dan akan membawa manfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, jika penggunaan materi tersebut diiringi pemikiran sekularisme, maka akan mengantarkan manusia pada derajat kenistaan. Allah berfirman :

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat – ayat Allah), dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda – tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat – ayat Allah), mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang – orang yang lengah”. (Tqs. Al A’rof: 179).

Remaja sebagai bagian dari peradaban, tentu tak ketinggalan ikut menikmati kemajuan teknologi informasi melalui medsos. Tanpa nilai – nilai Islam yang dikembangkan oleh masyarakat dan negara, tentu mereka akan menerima seluruhnya pemikiran dan kebudayaan asing. Gaya hidup pacaran dan pergaulan bebas, hingga merebaknya pelajar hamil sudah tak asing di telinga dan mata kita. Grup – grup asusila remaja di fb dan wa banyak sekali kita dapatkan, seperti yang dilansir oleh Kompas.com 06/10, telah ditemukan grup fb gay yang beranggotakan siswa SMP dan SMA. Di Lampung, 12 siswa SMP di satu sekolah hamil (Tribunnews.com/03/10)

Miris memang, remaja yang seharusnya bergelut dengan asyiknya menuntut ilmu, kini rusak oleh ledakan sekularisme. Nalar mereka lumpuh, tak lagi dapat membedakan baik buruk, benar dan salah. Apapun yang dari barat dianggapnya sebagai kemajuan. Padahal sejatinya sekularisme adalah gaya hidup setan yang mempertuhankan hawa nafsu belaka.

Kapitalisme Sekularisme yang dijadikan sebagai aturan bernegara, seolah irama orkestra yang sangat indah. Ibu – ibu bangsa diberdayakan dengan ide kesetaraan gendernya, menyaingi peran laki – laki untuk eksis di ruang publik. Padahal anak – anak hingga usia remaja butuh pendampingan dalam setiap tumbuh kembang fisik dan psikisnya. Maka wajarlah jika hari ini remaja – remaja muslim rusak akhlaknya, sebab mereka tak mendapatkan pengasuhan dan pendampingan seorang ibu yang cukup sebagai bekal kehidupan sosialnya.

Wanita sebagai tiang negara rusak, remaja sebagai penyambung estafet bangsa rusak, rumah tangga sebagai sel peradaban rusak ( dengan ditemukannya banyak kasus perceraian ). Lalu berharap apa kita hidup ? Banyaknya penyakit menular, bencana alam, atau adzab yang lebih besar kelak di neraka ? Na’udzubillahi mindzalik.

Maka butuh solusi tuntas, pada aspek pendidikan, ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan. Seluruhnya diambil dari Syariat Islam. Dengan pendidikan Islam yang menghasilkan pribadi – pribadi bertaqwa, tentu akan dapat menangkal efek buruk arus globalisasi. Dengan ekonomi Islam yang mengatur aspek kepemilikan sesuai dengan proporsinya, akan berefek hak – hak masyarakat terpenuhi dan tentu kesejahteraan mudah diraih. Dengan politik Islam, negara dengan seluruh potensi yang dimiliki dapat menjadi benteng dari segala bentuk serangan pemikiran dan kebudayaan yang merusak.

Sehingga perubahan sistem dari Kapitalisme Sekularisme menuju Syariat Islam adalah bagian dari solusi yang sangat urgen. Islam bukanlah sumber radikalisme dan terorisme. Segala bentuk argumentasi dan narasi yang mendiskreditkan ajaran Islam adalah bagian dari upaya penjajah yang tak ingin 3G(Glory, Gold, Gospel )nya terancam. Buang jauh – jauh sudut pandang asing, dekatilah ulama’ warotsatul anbiya’, ambil suluhnya untuk menerangi pekatnya hidup di tengah arus globalisasi saat ini.

Harapan hidup berkah di masa yang akan datang benar – benar cemetlang. Remaja kita tak lagi menjadi korban dari efek negatif globalisasi. Justru gadget akan kita gunakan untuk menyebarkan tsaqofah Islam hingga Roma takluk dengan kalimat tauhid.

Aulia Rahmah, Gresik – Jatim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories