Sistem Sekuler Mengikis Akhlak Dalam Diri Pelajar

Ilustrasi. Foto: Boombastis.com

MUSTANIR.COM – Pepatah mengatakan, bahwa pemuda merupakan tonggak peradaban. Tentu saja, menguatnya peran pemuda dalam segala segi kehidupan, baik sosial, politik, ekonomi, pendidikan, dan agama tidak terlepas dari peran pendidiknya. Guru, ulama, ustadz, ataupun kyai merupakan contoh dari tenaga pendidik. Pendidik bertugas membantu seorang murid dalam membentuk pemikiran yang benar dan membimbing seorang murid agar memiliki ilmu yang luas. Hal ini yang menjadikan, seorang pendidik harus dihormati oleh muridnya. Namun fakta yang terjadi di lapangan, banyak sekali murid yang tidak menghormati guru dan sering berperilaku tidak sopan didepan guru.

Kejadian pada awal bulan Februari (1/2/2018), Indonesia dihebohkan dengan kasus penganiayaan seorang murid terhadap guru yang bernama Ahmad Budi Cahyono. Guru Budi meninggal akibat pukulan dibagian pelipis kepalanya oleh seorang murid yang ia didik (Sumber: Tribun).

Selain itu, kasus terbaru terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di pulau Jawa, di dalam video yang berdurasi kurang lebih 30 detik terlihat seorang guru mendapatkan perlakuan buruk dari murid-muridnya. Guru tersebut bernama Joko Susilo, yang mengajar gambar teknik otomotif (Sumber: Tribun).

Tentu saja hal ini terjadi karena terkikisnya moral dan etika dalam diri seorang pelajar. Sistem Sekuler yang digunakan sekarang telah menjadikan kebebasan dalam bertingkah laku semakin memiliki peran dalam kehidupan masyarakat. Sedikitnya pendidikan agama Islam yang diberikan, menjadikan implementasi akhlak terpuji dalam kehidupan, tidak terbentuk dengan baik.

Dalam Islam, merupakan suatu keharusan untuk menghormati guru, ulama, ustadz ataupun kyai. Dalam hal ini, kita meletakkan para guru dan pendidik sebagai golongan yang amat penting sebagai agen pembangunan dan perubahan pemikiran ummat. Seorang pendidik juga merupakan salah satu perantara dalam pemenuhan kewajiban ibadah, yaitu menuntut ilmu. Hormat dan patuh kepada pendidik, merupakan bagian dalam ibadah yang dapat membawa seseorang kepada pembentukan akhlak yang terpuji.

Islam meletakkan aqidah sebagai hal yang paling penting, dan menjadikan hukum syara’ sebagai sumber hukum dalam melakukan segala perbuatan. Sistem pendidikan Islam, telah terbukti selama 1400 tahun dapat membentuk generasi yang berakhlak baik dan mulia. Dengan sistem Islam dibawah naungan seorang khalifah, telah mencetak pemuda-pemuda dengan bibit unggul seperti Imam Syafi’i, imam Ghazali, Muhammad Al-Fatih, Zaid bin Tsabit, dan lain-lain. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari sistem Islam yang sangat mendukung segala aspek dalam pendidikan, baik dari fasilitas maupun pembentukan akhlak generasinya.

Nama: Feby Hariani,
Aktivis dakwah Palembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories