Setelah Mediasi Alot, Aksi Parade Tauhid di Surabaya Hari Ini Dibatalkan

Ilustrasi. foto: cnn

MUSTANIR.COM, Surabaya – Aksi Parade Tauhid yang sedianya digelar hari ini, Jumat (2/11) di Surabaya, ternyata dibatalkan. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Mochammad Yunus.

Yunus mengatakan, aksi damai memprotes pembakaran bendera beberapa waktu lalu ini ditunda berdasarkan maklumat kesepahaman antara GUIB Jatim dan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur.

“Berdasarkan kesepahaman antara GUIB Jatim dengan Forum Pimpinan Daerah Jawa Timur dalam rangka mengeratkan ukhuwah, menghindari konflik, menjaga keamanan, ketenteraman dan ketertiban di Jatim. Dengan ini menyatakan Parade Tauhid untuk Jatim Damai Junjung Tinggi Kalimat Tauhid – Jaga NKRI reschedule,” kata Yunus, kepada CNNindonesia.com.

Yunus menyebut, berdasarkan kesepakatan itu, maka aksi tersebut akan dijadwalkan ulang di lain waktu. Ia mengaku pihaknya hendak cooling down terlebih dahulu.

“Kita ingin kemasannya lebih cantik dan soft namun sosialisasi tetap jalan,” kata dia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur Abdusshomad Bukhori mengatakan pembatalan aksi Parade Tauhid di Surabaya ini berdasarkan kesepakatan yang memakan pembicaraan panjang.

“Jadi ada kesepakatan bahwa tidak dilaksanakan, tapi ini pembicaraan proses panjang dan lama dari beberapa kali pertemuan,” ujar Abdusshomad Bukhori.

Menurut dia, pembatalan ini demi menjaga suasana kondusif di Jawa Timur. Dikhawatirkan jika tetap digelar, maka aksil bisa memicu hal yang tak diinginkan. Meski, kata dia, pesan yang disampaikan dalam parade sebenarnya bertajuk kedamaian.

“Nyatanya kalau Parade Tauhid Damai itu temanya jelas bagus, tapi mungkin suasananya atau ada hal-hal yang hanya khawatir saja untuk menimbulkan suatu hal yang tidak diinginkan. Nampaknya keputusannya lebih baik untuk tidak dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengaku sudah mengetahui bahwa aksi ini batal digelar.

“Menurut saya kalau Yunus sudah bilang dibatalkan ya batal itu aksinya,” kata Barung.

Padahal sebelumnya, kata Barung, pihak Polda Jatim telah mengantongi surat pemberitahuan.

“Surat pemberitahuan namanya, sudah diajukan, kan hanya memberitahukan saja kalau aksi. Polisi wajib mengamankan,” kata dia, Kamis (1/11).
(cnnindonesia.com/2/11/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories