Sebanyak 555 Orang Tewas, 76 Ribu Rumah Rusak Pascagempa NTB

Alat berat mengangkat puing-puing bangunan yang diduga menimpa korban gempa, di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). foto: cnn

MUSTANIR.COM, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut total korban meninggal akibat gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), sepanjang Agustus, mencapai 555 orang. Sementara, rumah yang rusak mencapai 76.765 unit.

“555 orang meninggal dunia akibat gempa Lombok selama Agustus 2018,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB SUtopo Purwo Nugroho, melalui akun Twitter-nya, Jumat (24/8).

Ia merinci, korban meninggal itu tersebar di wilayah Kab. Lombok Utara sebanyak 466 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah dua orang, Kota Mataram sembilan orang, Sumbawa Besar lima orang, dan Sumbawa Barat dua orang.

Selain korban jiwa, Sutopo menyebut gempa Lombok juga membuat 76.765 unit rumah rusak.

Ia merinci, sebanyak 23.098 unit rusak di Kabupaten Lombok Utara, 37.285 unit di Lombok Barat, 7.280 unit di Lombok Timur, 4.629 unit di Lombok Tengah, 2.060 unit di Kota Mataram, 105 unit di Sumbawa Besar, dan 6.131 unit di Sumbawa Barat.

“Pendataan dan verifikasi rumah rusak masih terus dilakukan,” ia menambahkan.

Wilayah Lombok mulai diguncang gempa pada 29 Juli. Saat itu, magnitudo gempa mencapai 6,4. Setelah itu, menurut data BNPB, ada 1.030 gempa lainnya.

Dari gempa-gempa itu, ada lima gempa yang membuat kerusakan signifikan yakni gempa pendahuluan pada 29 Juli, gempa utama pertama dengan magnitudo 7,0 pada 5 Agustus; gempa utama kedua dengan magnitudo 6,9 terjadi pada 19 Agustus.

Selain itu, gempa susulan dengan magnitudo 5,9 pada 9 Agustus, dan gempa susulan dengan magnitudo 6,3 pada 19 Agustus.
(cnnindonesia.com/24/8/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories