Said Aqil ‘Ngeles’ soal Tudingan Mahfud MD: Itu Cuma Guyon

Ketum PBNU Said Aqil Siroj. foto: Kricom.id

MUSTANIR.COM, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj enggan berkomentar banyak soal pernyataan Mahfud MD yang mengungkapkan dirinya adalah bagian dari Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu dikatakan Mahfud untuk merespons pernyataan Said Aqil yang menyebut bahwa Mahfud MD bukanlah kader NU.

Said hanya menyebut bahwa pembicaraan Mahfud di program Indonesia Lawyer Club, TVOne, Selasa (14/8) malam itu hanya sekadar bercanda atau guyon semata dan tak ada yang perlu ditindaklanjuti oleh PBNU.

“Loh, katanya guyon, ya, biarin aja orang lagi guyon kok itu,” kata Said saat ditemui CNNIndonesia.com di kantor PBNU, Jakarta, Rabu (15/8).

Saat didesak lebih jauh untuk menanggapi tuduhan Mahfud yang menyatakan bahwa Ma’ruf Amin adalah orang yang menyuruh PBNU mengancam Jokowi agar memilih cawapres dari NU, Said juga bergeming.

Said kembali mengatakan bahwa Mahfud sedang bercanda ketika melontarkan pernyataan tersebut.

“Katanya guyon, kan. Yo wes guyon aja itu,” ujar Said.

Selain itu, Said Aqil pun menegaskan pihaknya tak ambil pusing dan tak akan mengambil sikap apapun untuk merespons pernyataan Mahfud tersebut.

“Enggak ada [ambil sikap]. Itu cuma guyon,” tutup Said.

Usai mengucapkan hal itu, Said langsung bergegas masuk ke dalam mobil Mercedes hitam bernomor polisi B 1131 PAI yang dimilikinya.

Sebelumnya, Mahfud mengungkapkan dirinya adalah bagian dari NU. Hal itu ditegaskan dirinya menanggapi pernyataan Said Aqil yang menyebut dirinya bukan kader NU dan tak pernah menjabat pengurus organisasi berafiliasi dengan ormas tersebut.

“Saya minta maaf kepada keluarga besar Nahdlatul ulama gitu ribut-ribut soal kader, katanya Pak Mahfud itu kan bukan NU. Ya, aneh bagi saya, saya bukan NU. Saya ini lahir di Madura, di pondok pesantren NU, madrasah ibtidaiyah-nya NU, kemudian juga saya ikut dalam kegiatan-kegiatan NU misalnya saya menjadi rektor di Universitas Islam Kediri yang bernaung di bawah NU miliknya Kiai Iskandar,” ujar Mahfud.

Selain itu, Mahfud juga mengatakan bahwa kiai Ma’ruf Amin adalah orang yang menyuruh PBNU mengeluarkan ancaman dari PBNU kepada Jokowi agar memilih cawapres dari NU.

“Robikin yang menyatakan [ancaman] dan yang menyuruh itu kiai Ma’ruf Amin. Bagaimana saya tahu kiai Ma’ruf Amin? Muhaimin yang bilang ke saya,” ungkap Mahfud.
(cnnindonesia.com/15/8/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories