Rizieq Serukan Jihad Lawan Preman Bayaran Tukang Persekusi Ulama

Habib Rizieq Shihab serukan jihad melawan premanisme. foto: PinterPolitik

MUSTANIR.COM, Makkah – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyatakan sikap terkait pembatalan dan pengadangan aktivis saat mendeklarasikan gerakan #2019GantiPresiden di sejumlah daerah di Indonesia.

“Di sini keprihatinan kita adanya muncul preman-preman bayaran yang sudah melakukan persekusi terhadap ulama, terhadap tokoh-tokoh, terhadap tokoh-tokoh, terhadap para aktivis, bahkan terhadap ibu-ibu. Ini tidak boleh dibiarkan,” ujar Rizieq didampingi sejumlah orang dalam rekaman video yang diunggah lewat akun Youtube, Front TV, Selasa (28/8).

“Kami serukan dari kota suci Makkah al Mukarromah seluruh umat seluruh bangsa, seluruh rakyat bersatu jihad lawan preman-preman bayaran yang ingin memecah belah umat yang ingin mengacaukan Indonesia yang ingin merusak perdamaian,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rizieq menyatakan baik gerakan #2019GantiPresiden maupun yang mendukung 2019 tetap Jokowi memiliki hak yang sama menggelar acara tanpa diganggu pihak lain.

“Sekali lagi kita imbau, kita serukan kepada kelompok yang 2019 tetap Jokowi, kepada kelompok yang 2019 ganti presiden silakan anda bikin acara sebagus-bagusnya, seindah-indahnya. Tapi, jangan pernah menggangu acara pihak yang lain,” tutur Rizieq.

Seruan jihad dari Rizieq ini langsung disambut oleh Laskar Pembela Islam (LPI) yang menyatakan siap melawan preman-preman yang melakukan persekusi terhadap aktivis dan ibu-ibu tersebut.

“Fatwa JIHAD sudah digaungkan Imam Besar HRS untuk melawan preman-preman bayaran yang mengganggu dan persekusi setiap acara yang diatur dan dilindungi oleh UU kebebasan berpendapat. Maka itu, kepada segenap Laskar FPI untuk turut aktif mengamankan acara tersebut di setiap tempat deklarasi. *FPI*,” tulis akun @DPP_LPI.

Sebelumnya, tindakan penolakan terhadap gerakan #2019GantiPresiden terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Belakangan Neno Warisman dan Ahmad Dhani ditolak massa yang kontra gerakan tersebut karena dianggap melakukan kegiatan yang meresahkan warga.

Neno ditolak kehadirannya di Pekanbaru, Riau. Ia dihadang dan dipaksa pulang oleh sejumlah pihak supaya tidak mengikuti kegiatan deklarasi gerakan tersebut.

Sementara itu, musisi Ahmad Dhani dikepung di tempat ia menginap. Ia juga dilarang untuk menghadari acara deklarasi yang diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur.
(cnnindonesia.com/29/08/2018)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories