Reuni Akbar 212: Kibarkan Berjuta Panji Tauhid!

Aksi Bela Tauhid. foto: Tribunnews.com

Oleh : *Ahmad Sastra*

MUSTANIR.COM – Sejarah seruan persatuan dan kebangkitan umat akan segera kembali digelar. Reuni Akbar 212 kembali memanggil para mujahid dan mujahidah di seluruh nusantara dan dunia. Bergabunglah, ukir sejarah sebagai pejuang agama Allah, bukan sebagai penonton dan pecundang.

Mencintai Allah dan Rasulnya adalah dengan tunduk patuh atas syariatNya serta memperjuangkan tegaknya Islam sebagai cahaya bagi kegelapan dunia. Islam adalah cahaya bagi gelapnya dunia. Mencintainya adalah membela saat agama ini dinista dan dizolimi.

Nabi Ibrahim, Nuh, Luth, Musa dan Muhammad serta seluruh Nabi adalah penyeru kepada tauhid. Mereka berjuang menyadarkan manusia agar kembali kepada tauhid dan menjauhi kemusyrikan, kemunafikan dan kekafiran. Mereka berjuang menumbangkan ideologi genderuwo sontoloyo yang sekuleristik dan atheistik. Mereka menyerukan manusia agar bersatu padu dibawah kalimat tauhid.

Tauhid adalah simbol persatuan dan kebangkitan. Kesadaran tauhid adalah energi terbesar bagi orang-orang beriman untuk memilih jalan perjuangan. Barjuang maupun tidak berjuang, kematian akan tetap menghampiri manusia. Karena itu orang beriman akan memilih jalan perjuangan hingga kematian menjemputnya.

Hingga kiamat, musuh-musuh Allah akan terus menghadang dan menghalangi perjuangan Islam. Begitulah sunnatullah untuk menguji kita, apakah kita memilih berada di barisan para pejuang atau barisan para pecundang.

Saat dakwah diserukan oleh Rasulullah, musuh-musuh Allah semakin beringas mempersekusinya. Namun, Rasulullah tidak pernah mundur walau sejengkal sekalipun. Meski beliau harus merasakan kucuran darah karena dilempari batu di Thaif, meski beliau ditawari harta, tahta dan wanita.

Persekusi atas Rasulullah di Thaif justru memberikan optimisme besar bagi kemenangan Islam di masa mendatang. Pemilik kebun anggur, dimana Rasulullah bersembunyi justru menyatakan masuk Islam, sesaat setelah berjuampa dengan Rasulullah.

Kemenangan Islam adalah hak Allah, bukan soal kuantitas, namun soal kualitas keberimanan dan ketaqwaan para pejuang agamaNya. Menyerukan tauhid adalah visi Rasulullah dan para sahabat, meskipun untuk itu harta, tenaga dan jiwa adalah taruhannya.

Jangan pernah hiraukan suara-suara sumbang yang menghalang. Jangan hiraukan musuh-musuh Allah yang bersiap menghadang. Sebab selamanya kaum kafir dan munafik tidak akan pernah rela hati menyaksikan kebangkitan dan persatuan umat.

Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS An Nisaa : 61)

Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (QS Al Ahzab : 48)

Karena itu, wahai kaum muslimin di seluruh nusantara dan seluruh dunia, sambutlah seruan tauhid dalam reuni akbar 212. Persiapkan diri kita dengan keikhlasan dan penuh tawaqal. Tetaplah menjadi penolong agama Allah, hingga Allah menolong agama ini tegak di muka bumi.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS Ali Imran : 110)

Wahai orang-orang beriman, jika kamu menolong agama Allah, maka pasti Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian [QS Muhammad : 7]

Bergabunglah bersama dalam reuni akbar 212, songsonglah persatuan dan kebangkitan umat, saatnya kita tenggelamkan ideologi genderuwo sontoloyo sekulerisme dan komunisme. Kibarkan berjuta panji tauhid, simbol persatuan dan kebangkitan umat sedunia. Panji tauhid adalah milik umat Islam seluruh dunia. Serukan tauhid, serukan persatuan umat dan songsonglah janji kemenangan dari Allah.

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (QS Annur : 55)

Bersiaplah, bersiaplah, semoga Allah melindungi kita semua, Allahu Akbar.

*[AhmadSastra,KotaHujan,17/11/18 : 08.50 WIB]*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories