Merebaknya Isu LGBT di Babel, Gubernur Kumpulkan Ulama dan Pemuka Agama

Pemprov Babel menggelar pertemuan dengan para ulama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan di ruang rapat Tanjung Pendam, Rabu (17/10/2018). foto: bangkapos

MUSTANIR.COM, BANGKA – Maraknya isu Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di media sosial belakangan ini di Bangka Belitung, membuat Pemprov Babel menggelar pertemuan dengan para ulama, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan di ruang rapat Tanjung Pendam, Rabu (17/10/2018).

Ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan ini diantaranya ialah tentang moralitas, meningkatkan pemahaman akidah masyarakat, pencegahan generasi muda agar terhindar dari penyimpangan seksual, dan pembahasan tentang masalah sosial lainnya.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan pertemuan ini penting untuk mengajak semua pihak, agar sama-sama membantu agar generasi muda tidak terjerumus pada perilaku menyimpang baik secara sosial kemasyarakatan maupun hukum.

Menurutnya, ini akan menjadi keresahan bila tidak diantisipasi. Bahkan, dirinya sudah menerima laporan berupa sms terkait aktivitas LGBT di Babel.

Dirinya, meminta tokoh agama, ustad dalam menyiarkan agama untuk menyampaikan bahwa hal ini merupakan sesuatu yang salah dan dilarang dalam agama.

“Saya mendapat sms dan saya pikir ini memang harus kita sikapi bersama dan ini tidak gampang. Kita minta dorongan dari ulama dan masyarakat, harus tetap sesuai aturan yang berlaku. Kita enggak bisa menghukum LGBT dengan menangkapnya. Tapi ada cara lainnya, cari pasalnya. Seperti orang mabuk
beli barangnya dimana ada izin dak warung itu,” kata Erzaldi dalam forum tersebut.

Menurutnya, maraknya LGBT ini memberikan dampak tidak hanya secara sosial, tapi juga psikis bagi khususnya bagi korban.

“Perkara LGBT yang marak, karakter anak kita banyak yang berubah gara-gara hp. Mohon maaf, saya tadi pagi nonton berita bapak-bapak usia 30 th di kosan ketangkep bersama anak laki-laki usia 7. Ketika pemaksaan terjadi goncangan jiwa dan fisik bagi anak-anak,” ujarnya.

Mantan Bupati Bangka Tengah, mengajak semua pihak untuk menggencarkan pencegahan. Ia berharap para ulama juga bisa menyampaikan pesan ini, dan mengetahui praktek LGBT ini sehingga mudah menyampaikan kepada masyarakat.

“Yang penting pencegahan, bagiamana mencegah, jangan sampai ulama dak tau. Kalau kita enggak tau gimana mau menyampaikan masyarakat, tetapi praktek ini kita dijelaskan. Penjelasan lebih jelas bagaimana ini bisa kejangkit, tidak LGBT tapi moralitas secara umum, termasuk anak yang durhaka kepada orang tua,” tambahnya.
(tribunnews.com/17/10/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories