Menyongsong Kematian dengan Melibatkan Diri dalam Dakwah

Jubir HTI, M Ismail Yusanto. foto: mercusuarumat

MUSTANIR.COM, Bandung – Ribuan orang berbondong bondong menghadiri acara Dauroh Akbar di Bandung (11/11/2018). Pemateri pada acara tersebut ialah Ust. Ismail Yusanto, Jubir Hizbut Tahrir Indonesia.

Pada kesempatan tersebut beliau memaparkan tentang siapa sebenarnya orang yang cerdas itu.Beliau memaparkan dengan rinci terkait siapa sebenarnya orang cerdas yang dimaksud oleh Rasulullah saw. Orang yang cerdas ialah orang yang mengingat kematian dan orang yang mempersiapkannya, begitu pungkasnya.

Dalam menyongsong kematian beliau menjelaskan bahwa kita harus memastikan bahwa kita adalah seorang muslim. Terdapat tiga golongan dalam Al Quran, yaitu : Ashabul Yamin (Golongan Kanan), Ashabus Shimal (Golongan Kiri) dan Ashabul A’raf. Namun pada akhirnya hanya akan terdapat 2 Golongan, Yaitu Golongan Kanan dan Kiri.

Tentunya bukan hanya seorang muslim saja, tapi menjadi seorang Muslim yang kaffah. Menjadi seorang yang muslim yang kaffah yaitu, Menjadikan Syariat Islam sebagai tolak ukur benar dan salah, Menjadi Muslim dalam seluruh aspek kehidupan, dari mulai urusan ibadah hingga siyasah (Politik).

Hambatan menjadi seorang muslim yang kaffah ialah menyebarnya paham sekuler, atau pemisahan agama dari kehidupan. Dan politik hari ini adalah politik yang tidak berlandaskan agama.

Tentu tugas kita tidak hanya menjadi muslim yang kaffah tetapi mendakwahkan Islam yang Kaffah juga, begitu ujar beliau di tengah tengah acara. Karena kita ingi bangsa dan negara ini mendapatkan Ridho dari Allah swt agar Allah limpahkan Keberkahan dari atas langit dan dari dalam bumi. Ini adalah bentuk kecintaan kita terhadap negeri ini.

Diakhir penjelasannya beliau mengungkapkan bahwasanya kita tidak boleh mundur dari perjuangan ini. Jika kita mundur maka kehidupan akan semakin sekuler. Perjuangan muslim yang kaffah ialah memperjuangkan kembali tegaknya khilafah, karena khilafah-lah yang menjadi pelindung umat. Memperjuangkan khilafah itu adalah hidup dan matinya Umat, begitu closing statement yang beliau katakan.

Sumber: mercusuarumat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories