Maulid Nabi Muhammad SAW: ‘Jangan Mencintai Rasulullah dengan Dusta’

Ilustrasi. foto: koko waydee

MUSTANIR.COM, Bandar Lampung – Ponpes Tahfidzul Qur’an Miftahul Khaer menggelar acara “Tabligh Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW ” dengan tema “ Meneladani Sejarah Perjalanan Nabi Muhammad SAW”. Acara dilaksanakan pada pukul 20.30 bertempat di – Ponpes Tahfidzul Qur’an Miftahul Khaer , Bandar lampung, Sabtu (17/11/2018) bersama Ustadz Erwin Gatta dari Balik Papan dan Kyai Bustomi Al-Jawy.

Surat Al-Fatihah yang keluar dari lisan moderator menjadi pertanda bahwa acara Tabligh Akbar telah dimulai.

Lantunan indah ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan Qori membuat puluhan jama’ah diam sejenak untuk mendengarkannya.

Ustadz Erwin Gatta, selaku narasumber yang pertama memaparkan Sirah Nabawiyah agar bisa memetik hikmah dari skenario Allah.

“Rasulullah menikahi Siti Khadijah agar Rasulullah menjadi lebih dewasa atau lebih matang dibanding menikahi gadis, itulah skenario Allah”, papar beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa perjalanan dakwah Rasulullah kepada kaumnya termasuk keluarganya penuh dengan cekalan.

“Begitulah perjalanan dakwah Rasulullah sangat berat, terlebih lagi perlakuan kaum Thaif yang tidak berprikemanusiaan, tetapi dengan akhlak yang mulia Rasulullah memaafkan mereka”, lanjut beliau.

Tiba saatnya Kyai Bustomi Al-Jawy sebagai narasumber yang kedua. Beliau mengawali dengan mendoakan agar para ulama tetap amanah menjadi pewaris para nabi bukan menjadi ulama yang khianat.

Kita sebagai ummat Islam wajib mengikutinya termasuk metode dakwah Rasulullah.

“Jika kita mau membongkar sejarah dakwah Rasulullah, maka hakikatnya dakwah Rasulullah itu memerdekakan dari penghambaan terhadap selain Allah menjadi penghambaan terhadap Allah saja” tegas beliau.

Saat masih memilih hukum buatan manusia dalam mengatur kehidupan berarti belum merdeka karena masih menghamba terhadap selain Allah.

“Meneladani Rasulullah itu harus patuh terhadap hukum-hukum Allah, Islam itu lengkap dari mengatur cara minum sampai cara mengatur negara” lanjut beliau.

Kyai Bustomi juga menegaskan bahwa jika kita mengakui mencintai Rasulullah tetapi pengaturan kehidupan kita lebih cinta dengan Montesquieu, Karl Marx, Adam Smith, Plato, Russia, China, Amerika dibandingkan dengan Rasulullah, maka cinta itu dusta.

“Lalu saat berdusta terhadap Rasulullah, tidak akan mendapat syafaat beliau” pungkas Kyai Bustomi

Cita-cita ummat islam itu tinggi yaitu masuk surga, oleh karena itu jika ingin masuk surga harus mengikuti kanjeng nabi.

“Kalau hanya rebutan kursi 5 tahunan itu bukan jalan yang dicontohkan nabi. Jadi jangan memilih pemimpin yang anti islam tapi pilihlah pemimpin yang siap menerapkan Syariat Islam” ucap beliau tegas.

Di akhir acara, KH. Imam Asrofi menutup dengan doa, lalu moderator menutup acara dengan ucapan salam.

Sumber: shautululama.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories