Kibaran Bendara Tauhid Pada Peringatan Maulid Nabi di Surabaya

Foto: shautululama

MUSTANIR.COM, Surabaya – Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dilaksanakan DPW FPI Surabaya dipenuhinya kibaran bendera Tauhid, Al Liwa dan Ar Royah.

Lebih dari 700 orang, para Habaib, alim ulama, ustad hadir dalam peringatan Maulid yang sekaligus sebagai Milad FPI Surabaya ini.

Hadir dalam acara ini Ketua Umum Front Santri Indonesia, Habib Hanif Al Attas, Pengurus FPI Jawa Timur, FPI Surabaya, FPI Gresik, FPI Pasuruan, FPI Jember, FPI Banyuwangi, FPI Madura dan undangan lainnya, baik dari kalangan Ihkwan dan akhwat.

Selain itu hadir pula aparat keamanan maupun pemerintahan dari kelurahan hingga pengurus RT/RW setempat.

Semenjak isya’ peserta datang secara berbondong-bondong sambil membawa Panji Rasul, bendera Tauhid, Al Liwa dan Ar Rayah. Tak ketinggalan pekik takbir sesekali dikumandangkan peserta.

Sebelum acara inti dimulai, para peserta diajak bershalawat diiringi rebana. Peserta pun secara khidmat mengikuti shalawat dengan meriah. Lalu dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Lagu Indonesia Raya dan Mars FPI.

Sambutan Ketua Takmir Masjid Raudhah, KH. Saifuddin, menyampaikan salam dan pengharapan semoga acara ini bisa mempererat ukhuwah antara umat Islam dan memberikan keberkahan bagi masjidnya. Semakin banyak orang yang berjamaah di masjid.

Ketua Forum Komunikasi Ulama (FKU) Aswaja, KH. Faiq Furqon, pada sesi tausiyah menyampaikan tentang bendera Tauhid yang sekarang dihinakan oleh sekelompok orang. Padahal bendera Tauhid merupakan kalimat yang agung, yang dimuliakan seorang muslim.

Beliau berkisah bagaimana para sahabat nabi yang ditunjuk sebagai komandan perang Mu’tah mati-matian mempertahankan bendera Tauhid tersebut. Tangan kanannya ditebas perang, maka direbutlah dengan tangan kiri, tangan kiri ditebas pedang, maka badannya mempertahankan bendera Tauhid tersebut. Hingga badannya pun terpotong utk mempertahankan bendera Tauhid.

Singkat cerita, Kyai Faiq bertutur, seorang muslim harus mempertahankan kalimat Tauhid dalam hidupnya karena itu merupakan identitas seorang muslim. Dengan kalimat Tauhid kita menjalani hidup dan dengan kalimat Tauhid pula kita akan mati, pungkasnya.

Sumber: shautululama.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories