Keadilan Khalifah Bisa Menjauhkan Bencana

Foto: shautululama

MUSTANIR.COM, Banjarmasin – Dulu di masa kepemimpinan Umar bin Khattab ra. pernah terjadi gempa bumi. Waktu itu, Sahabat Nabi SAW tersebut segera mengucapkan pujian dan sanjungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Khalifah kemudian memukul bumi dengan cambuk sambil berkata, “Tenanglah engkau, bumi! Bukankah aku telah berlaku adil kepadamu?” Seketika, bumi pun berhenti berguncang.

Setidaknya sejarah ini kembali diceritakan mubalig asal Martapura, Ustad Muhammad Taufik NT, saat mengisi Tadzkirah, Dzikir dan Doa, untuk penggalangan bantuan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, di Masjid At-Taqwa, Banjarmasin, Minggu (07/10/18).

Mengutip Imam al-Haramain, Ustad Taufik menjelaskan, bahwa Umar ra. bisa melakukannya, dikarenakan posisinya yang memang pemimpin hakiki, atau Amirul Mukminin secara lahir dan batin. Beliau adalah khalifah Allah bagi bumi dan penduduknya.

Alhasil, keadilan Umar ra. sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi, sanggup menjadikan bumi “bersahabat” dengan manusia.

“Adakah sekarang kita punya Amir hakiki?, Apakah ada? Jangankan ada, ajaran khilafahnya malah dikriminalkan,” resah Ustadz Taufik, di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

Ustadz Taufik menegaskan, bahwa saat ini keadaan berbanding terbalik dengan kondisi di masa kekhilafahan. Akibatnya, kezaliman penguasa bisa menyebabkan bumi terus berguncang.

“Siapa saja yang bermaksiat kepada Allah di bumi, maka sungguh ia telah merusak bumi. Sungguh kebaikkan bumi dan langit adalah dengan ketaatan kepada Allah SWT,” urai Ustadz Taufik, saat menyitir Tafsir Ibnu Katsir, tentang ayat 41 QS Ar-Rum.

Kacaunya, menurut Sekretaris Jendral Healthcare Professionals for Sharia (HELP-S), dr Fauzan Muttaqien, perhatian pemerintah terhadap para korban gempa tsunami di Palu-Donggala, malah terbilang tidak memadai, dibandingkan besarnya kucuran dana, hingga Rp 6,9 Triliun, yang malah digunakan untuk acara riba akbar di Bali, yakni Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia 2018.

“Untuk pertemuan riba internasional, pemerintah berani mengucurkan Rp 6,9 Triliun. Bandingkan dengan kejadian gempa di Lombok kemarin, dan kali ini di Palu-Donggala,” tanya dr Fauzan dengan nada sarkastik, saat mengisi sesi kedua tadzkirah.

Karena kepedulian dan perhatian terhadap penderitaan umat, Forum Majelis Taklim di Banjarmasin, menggelar kegiatan ini, sekaligus menggalang dana masyarakat, baik dari jamaah di masjid, maupun dari pengguna Jalan Jendral Ahmad Yani di dekat Masjid At-Taqwa. Hasilnya, terkumpul sekitar Rp 22.754.100,-, yang akan disalurkan melalui HELP-S, yang para relawannya sudah berada di lokasi pasca bencana.

“Berbagai macam musibah yang menimpa, adalah sebuah peringatan dari Allah SWT. Sehingga lewat kejadian ini, diharapkan tidak ada lagi kemaksiatan, seperti judi, zina, dan riba, hilangkan semua, kalau tidak ingin Allah datangkan lagi azab yang jauh lebih dahsyat. Khususnya Kalimantan Selatan, semua harus bahu membahu, untuk mengenyahkan kemaksiat, jangan sampai ada lagi bencana yang terjadi,” harap Humaidi, ketua panitia pelaksana, saat ditemui seusai acara.
(shautululama.org/8/10/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories