Islam Memuliakan dan Menjaga Kehormatan Perempuan

Ilustrasi. foto: Halallifestyle.id

MUSTANIR.COM – Ketika Islam datang ke muka bumi ini, dibawa oleh Rasulullah Muhammad saw sebenarnya telah sangat nyata jika Islam meninggikan derajat kaum wanita. Islam mencela dengan keras  tradisi jahiliyah, di antaranya mengubur hidup-hidup anak perempuan yang baru dilahirkan atau pewarisan istri ayah kepada anak laki-lakinya menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan dan meninggikan derajat kaum wanita,. 

“Tidak dapat memuliakan derajat kaum wanita kecuali orang yang mulia, dan tidak dapat merendahkan derajat kaun wanita kecuali orang yang jahat budi pekertinya” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Asakir dari Ali ra)
 
Islam telah memberikan peran terhormat bagi kaum perempuan: ibu dan pengatur rumah.  Berkaitan dengan peran ini di dalam salah satu kaidah disebutkan al-ashlu fi al-mar`ati annaha ummun wa rabbatu baitin wa hiya ’irdhun yajibu an yushana.  Kaidah ini bermakna ’hukum asal perempuan adalah sebagai ibu dan pengatur rumah, dan ia adalah kehormatan yang harus dijaga’.

Dengan peran utama ini, kaum ibu akan membina anak-anak mereka; menggelorakan semangatnya; dihunjamkan kecintaan mereka kepada Allah, Rasul, dan al-Quran; dan ditempa kepemimpinannya.  Di tataran domestik inilah ada cikal bakal generasi umat terbaik. 

Kedudukan mulia lagi strategis ini benar-benar dijaga oleh Islam.
 
Sampai-sampai, Baginda Nabi SAW bersabda : “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya.  Dan aku adalah yang terbaik  pada istri dari kamu sekalian “ (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).  Bahkan, Rasulullah saw  bersabda: “Sesunggguhnya istri-istrimu adalah surga dan nerakamu” (HR Ahmad).  

Demikian pula, pernah ada seorang sahabat berkata kepada Rasulullah, ”Ya, Rasulullah, saya hendak ikut berperang.  Beliau seraya menjawab: ’Apakah kamu punya ibu?’  Dia menjawab: ’Ya’.  Beliau pun segera bersabda: ’Tetaplah bersama ibumu karena sorga itu ada di bawah kedua kakinya’.”  (HR. An-Nasa`i, hadits hasanun shahîh).  
 
Tidak sedikit orang, terutama kaum feminis yang memandang bahwa sebagian aturan-aturan Islam membatasi ruang gerak atau mengekang kaum wanita, hal ini didasarkan kepada adanya hadits-hadits yang sepintas lalu memang terlihat seperti itu, akan tetapi jika kita perhatikan dengan cermat, maka justru Islam sangat  melindungi dan menjaga kehormatan wanita.  Misalnya aturan memakai kerudung dan jilbab, hadits  tentang safar ataupun keharusan seorang istri meminta izin kepada suami ketika ia harus keluar rumah dan sebagainya.

Betapa Islam melindungi dan menjaga kehormatan para wanita, dimana secara tidak langsung terkandung perintah bagi mahrom ataupun suaminya untuk senantiasa menjaga para wanita dari segala bentuk gangguan yang ada di sekitarnya. , kesemuanya semata-mata bertujuan untuk melindungi dan menjaga kehormatan  perempuan, bukan mengekang kebebasan mereka,  sebagaimana yang dituduhkan.  Lalu bagaimana Negara Khilafah menjamin kehormatan perempuan ?

Jelaslah, sangat berbeda kondisi umat yang menerapkan system kapitalis. Yang sesungguhnya justru menghinakan perempuan itu sendiri. Dimana wanita di jauhkan dari fitrah ummun warobatul bait nya, dan dijadikan sebagai mesin pencetak uang. Sedangkan, dalam sistem politik Islam, syariat Allah benar-benar akan berdaulat dan secara pasti rakyat akan berada dalam berkah-Nya.

Dalam sejarah Khilafah, umat hidup dalam ketenangan dan rasa aman, karena khalifah akan memberikan perlindungan dan pertolongan kapan saja.  Kaum perempuan sebagaimana kaum laki-laki keduanya berada dalam kemuliaan dengan melaksanakan seluruh aturan Allah dan RasulNya. Namun sayang hari ini, umat Islam tak memiliki negara yang bisa menerapkan hukum-hukum tersebut, setelah lebih dari 88 tahun yang lalu dihancurkan oleh musuh2 Islam.
 
Inilah yang seharusnya menjadi agenda perjuangan umat Islam termasuk para Muslimah. Yakni bagaimana agar Islam kembali diterapkan sebagai aturan kehidupan melalui penegakkan sistem politik Islam yang mendunia. Jika ideologi Islam ini tegak, dipastikan hegemoni kapitalisme yang menghinakan perempuan dan menjadikan perempuan sebagai objek eksploitasi akan bisa ditumbangkan, dan kemuliaan umat termasuk kaum perempuan akan kembali diwujudkan. Tidakkah kita ingin dan rindu untuk hidup dalam naungan sistem Islam?  Inilah saatnya kita berjuang untuk meraihnya. Insya Allah.
 
Wallahu a’lam bisshowab..

Oleh : Fathimah Adz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories