FPI: Gus Nur Tersangka, Palu Langsung Gempa

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Shabri Lubis. foto: panjimas

MUSTANIR.COM, Jakarta – Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Shobri Lubis mengaitkan gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah dengan penetapan tersangka terhadap penceramah Sugi Nur Raharja alias Gus Nur.

Gus Nur adalah penceramah yang sedang terjerat kasus dugaan pencemaran nama baik. Shobri mengatakan beberapa bencana sebelumnya seperti gempa Lombok juga terjadi berkaitan dengan perlakuan tidak adil terhadap ulama.

“Gus Nur dinyatakan tersangka, di Palu langsung gempa bumi,” kata Shobri dalam acara Doa untuk Keselamatan Bangsa di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (29/9).

Selain Gus Nur, ia juga menyinggung beberapa perlakuan tidak adil khususnya terhadap Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang kini berada di Arab Saudi.

“Ngerjain Habib dua bulan, langsung bencana Indonesia,” ujar Shobri.

Rizieq dicekal oleh pemerintah Arab Saudi sehingga tak bisa keluar dari negara itu. Pencekalan tersebut diakui langsung oleh Rizieq dalam rekaman suaranya yang diputar di acara doa bersama di Monas.

Rizieq bilang pencekalan dilakukan untuk menyelamatkan dirinya. Rizieq berterimakasih kepada pemerintah Arab Saudi atas hal itu. Namun dia meminta pemerintah Arab Saudi mencabut cekal tersebut. Sebab, kata Rizieq, dia tak ingin mendapat sanksi atau blacklist karena melampau izin masa tinggal di Arab Saudi.

Menurut Shobri Indonesia akan terus diberi pelajaran oleh Allah berupa bencana hingga kecelakaan apabila terus ada kriminalisasi terhadap ulama.

“Ustaz Abdul Somad juga berjuang demi keadilan siapa, yang ganggu, mereka akan berhadapan langsung dengan Allah. Takbir,” pekik Shobri.

Acara doa bersama di Monas digelar sejak Sabtu sore dan baru berakhir pada Minggu (30/9) dini hari.

Dalam acara itu Abdul Somad memimpin ribuan jemaah memanjatkan doa untuk keselamatan Rizieq. Selain itu doa juga dipanjatkan untuk para korban gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala.

Sejumlah elite politik Jakarta turut menghadiri acara doa bersama di Monas, di antaranya adalah Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, dan Titiek Soeharto.

Gubernur DKI Anies Baswedan sedianya juga diundang, namun Anies tak bisa hadir karena harus menjadi penguji promosi doktor di luar Jakarta.

Atas hal itu Anies lewat rekaman suaranya yang diputar di sela acara menyampaikan maaf kepada semua jemaah dan panitia acara.
(cnnindonesia.com/30/9/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories