Din Syamsuddin: Bela Tauhid Tak Perlu Disikapi Sinis

Din Syamsuddin: Bela Tauhid Tak Perlu Disikapi Sinis. foto: Muslim Obsession

MUSTANIR.COM – Aksi pembakaran bendera bertulikan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat, sempat menimbulkan polemik. Kini, Banser, Gerakan Pemuda (GP) Anshor maupun Nahdatul Ulama (NU) telah meminta maaf. Untuk itu, aksi bela tauhid tidak perlu disikapi secara sinis.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. “Aksi bela tauhid sah-sah saja. Nuansa ketidakadilan pasti ada reaksi. Ya tidak perlu disikapi secara sinis selama itu ada catatannya. Intinya dari Banser, GP Ansor, termasuk PBNU sudah meminta maaf,” kata Din Syamsuddin di sela menghadiri acara Pekan Pancasila di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Jogjakarta, Jumat (2/11).

Pertemuan ormas-ormas Islam setelah peristiwa pembakaran bendera telah dilakukan di rumah Wakil Presiden Jusuf Kalla. Masyarakat seharusnya memaafkan pihak Banser, GP Ansor maupun NU.

“Pertemuan ormas-ormas Islam di rumah wakil Presiden Jusuf Kalla dan kebetulan saya hadir. Saya kira kasus itu ya sudahlah sebagai sebuah kesalahan, jangan terjadi lagi. Apapun motivasinya karena memang ada kalimat yang penting bagi umat Islam,” tutur Din Syamsuddin.

Aksi bela tauhid akhir-akhir ini muncul di berbagai daerah. Seperti pada Jumat ini digelar di Jakarta. “Semua ekspresi dari anak bangsa kelompok manapun sah adanya. Karena konstitusi kami menjamin adanya freedom of ekspresion. Jadi kebebasan untuk berpendapat selama tidak terjebak dalam kekerasan, anarkisme. Tidak dalam bentuk yang menebarkan permusuhan sesama kelompok,” ulas Din Syamsuddin.

Mengenai pelaku pembakaran bendera, itu sudah urusan kepolisian. Terpenting jangan sampai umat Islam kembali terprovokasi. Apalagi membawa perpecahan.

“Saya justru menangarai lain, hal-hal ini semua tidak lepas dari orang luar yang ingin mengadu domba umat Islam. Makanya umat Islam harus benar-benar menyadari, ukhuwah Islamiyah terlalu mahal untuk dikorbankan,” tegas Din Syamsuddin.
(jawapos.com/2/11/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories