Bantah PSI, TGB Tunjukkan Bukti Kesuksesan Perda Syariah

TGB Zainul Majdi. Foto: RiauAktual

MUSTANIR.COM, Jakarta – MANTAN Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang Zainul Majdi membuktikan bahwa Perda Keagamaan khususnya Perda Syariah bukanlah bentuk diskriminasi maupun intoleransi.

Isu ini kembali menuai polemik setelah Grace Natalie selaku Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan penolakannya terkait Perda Keagamaan seperti Perda Syariah dan Perda Injil.

Menurut TGB Zainul Majdi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari peraturan yang terinspirasi dari ajaran agama, selama telah dibahas dan disepakati bersama dalam proses yang demokratis.

“Apakah itu Undang Undang ataupun Peraturan Daerah. Baik terkait muamalah ataupun selainnya. Ketika telah disepakati, ia menjadi hukum positif. Undang Undang Perkawinan, Zakat, Haji, Perbankan Syariah, Sukuk atau Obligasi Syariah, Jaminan Produk Halal, Pornografi, dan banyak yang lain lahir dengan spirit agama yang sangat kuat,” ujar TGB Zainul Majdi melalui akun Instagramnya @tuangurubajang, Senin (19/11/2018).

Bahkan Presiden Jokowi sendiri membentuk Komite Keuangan Syariah Nasional (KKSN) untuk mengakselerasi ekonomi syariah di Indonesia yang manfaatnya bukan hanya untuk umat Islam namun juga untuk seluruh bangsa.

“Saat saya mengabdi sebagai Gubernur NTB, Perda tentang Wisata Halal dan Bank NTB Syariah lahir dari semangat berislam yang rahmatan lilalamin,” tutur TGB Zainul Majdi.

Kenyataannya, baik Perda Wisata Halal maupun Perda Bank NTB Syariah justru membuka ruang-ruang ekonomi baru bagi masyarakat, bukan hanya muslim tetapi juga bagi non muslim. Tentunya hal ini memberikan kontribusi bagi peningkatan ekonomi masyarakat NTB.

Sebagai buktinya, TGB Zainul Majdi mengunggah sebuah foto Kawasan Ekonomi Khusus The Mandalika yang sangat populer itu.

Konsep wisata halal yang diterapkan di kawasan tersebut sukses membuat perekonomian masyarakat menjadi semakin bergeliat.

“Itu semua bukti nyata, ajaran agama bisa menjadi sumber hukum yang membawa maslahat untuk semua. Tidak ada diskriminasi atau intoleransi didalamnya,” ucap TGB Zainul Majdi.

Ia menjelaskan, negara mengatur dan memfasilitasi agar semangat beragama senafas dengan semangat berbangsa dan bernegara.

Indonesia merdeka berkat religiusitas yang kokoh dan kuat. Hal ini terkandung dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 Alinea ke-tiga.

“Tak boleh ada phobia terhadap agama, sebaliknya nilai-nilai agama harus selalu menjadi jiwa bangsa. Cara pandang yang membenturkan agama dengan negara dalam dua kutubnya, liberal sekular ataupun sebaliknya, sama-sama tidak tepat untuk Indonesia kita,” kata TGB Zainul Majdi.
(tribunnews.com/19/11/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories