Ancaman Pendangkalan Aqidah di Balik Bantuan Korban Gempa

Ilustrasi korban gempa Lombok. foto: akurat.co

MUSTANIR.COM – Lemahnya peran negara dalam penanganan korban lombok menjadi sasaran empuk bagi mereka yang memiliki visi misi (kristenisasi). dengan itu, mereka memanfaakan moment kesulitan warga lombok yang sebagian besar beragama islam sebagai strategi ampuh dan celah upaya pendangkalan aqidah/pemurtadan dengan dalih bantuan kemanusian.

Kasus yang terjadi di Dusun Loloan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) ditemukan buku-buku yang berisi materi kristenisasi yang siap dibagikan kepada masyarakat. Seperti halnya yang diungakapkan salah satu relawan asal kota Mataram, Farhan Abu Hamzah, yang tengah bertugas di Dusun Loloan, tidak diketahui siapa pengirim buku tersebut namun buku-buku tersebut tergeletak di posko bantuan korban gempa yang berada di kantor Dusun. setelah buku-buku kristen itu diketahui Kepala Dusun, buku tersebut disimpan dan tidak disebarkan ke masyarakat.

“Dia (Kepala Dusun) selektif menerima bantuan, tidak terima dari yayasan Kristen. Makanya mereka minta saudara-saudara muslim tetap memperhatikan mereka secara berkesinambungan selama masa-masa sulit ini,” ungkap Farhan. (NusaNews, 25/08/2018)
Selain itu, ditemukan tulisan-tulisan yang kerap digunakan oleh umat Nasrani yang sengaja diselipkan dalam plastik yang berisi makanan ringan.

“Pertolongan Tuhan indah pada waktunya.”

“Kamu tidak sendiri dalam kesusahan. Allah bersamamu.”

Dan beredarnya video seorang wanita yang diduga sedang membaptis korban gempa dengan memercikkan air. (Tarbawia, 25/08/2018)
miris ketika melihat dan mendengar penderitaan saudara kita, ditengah himpitan atas musibah, tak tanggung aqidahpun jadi sasaran. Kehilangan materi (rumah mewah, mobil mewah, dsb) hanyalah musibah sesaat, namun ketika kehilangan aqidah inilah musibah selamanya (musibah dunia akhirat).

Begitu mudahkah aqidah ummat tergadaikan? Dan relakah ummat menderita dunia akhirat?

Lagi-lagi hanya di Sistem yang kepemimpinannya tidak berparadigma riayah dan junnah (mengurus dan menjaga umat termasuk menjaga aqidah) maka penderitaan ummat tak pernah berakhir, baik didunia maupun diakhirat. Maka dari itu, urgen segera mewujudkan sistem Islam yang akan mengurus ummat, mensejahterakan dan menjaga aqidah mereka melalui penerapan hukum-hukum Islam.

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”[QS 7:96]
Waallahu’alam bissowwab.

Oleh: Yuliyani (Tenaga Pendidik HSG KU Majalengka)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories