2019, Jokowi: 60 Ribu Motor Listrik Diproduksi di Dalam Negeri

Jokowi menjajal sepeda motor listrik buatan dalam negeri, Gesits. foto: tempo

MUSTANIR.COM, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan PT Wijaya Manufakturing yakni perusahaan dalam negeri akan memproduksi 60.000 sepeda motor listrik pada 2019. Perusahaan itu adalah kolaborasi antara Badan Usaha Milik Negara PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi dan perusahaan swasta PT Gesits Technologies Indo.

Selama 10 menit lamanya Presiden Jokowi menjajal purwarupa (prototipe) sepeda motor yang akan dijual itu di jalanan di dalam kompleks Istana Kepresidenan. Sebelum menjajal sepeda motor itu, Jokowi menggelar pertemuan dengan pihak perusahaan, perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Surabaya dan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir. “Tadi kita bicara masalah produksi,” kata Presiden menjelaskan mengenai hasil pertemuan itu setelah menjajal sepeda motor itu.

Jokowi menyebutkan sepeda motor ini akan diproduksi pada 2019. Dalam setahun, sepeda motor ini akan diproduksi sebanyak 60.000. Presiden mengatakan merk dan prinsipal sepeda motor ini “100 persen Indonesia.

Lebih jauh Presiden Jokowi mengatakan sepeda motor ini sudah diuji coba dari Jakarta ke Bali. Saat uji coba itu, kata Jokowi, tidak ada masalah yang timbul.

Dengan adanya sepeda motor listrik ini, menurut Jokowi, konsumen diberikan pilihan. Apabila harga sepeda motor itu kompetitif dan lebih efisien dibandingkan dengan sepeda motor konvensional maka produk itu akan disambut oleh pasar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya mengaku pernah mengembangkan sepeda motor listrik atau penggerak elektrik di era tahun 1990-an. Dalam acara Seminar and Exhibition Electric Car di Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018, Airlangga bercerita kesuksesannya mengembangkan motor listrik, dan bahkan sampai bisa mengekspor ke sejumlah negara.

“Saya ini insinyur mesin. Jadi tahun 1990-an saya sudah bikin electric motor dan itu ekspor ke berbagai negara. Terakhir saya tutup karena tidak dilindungi industri dalam negerinya. Jadi waktu itu kecepatan bikinnya,” kata Airlangga seraya tertawa.

Airlangga menuturkan, teknologi motor listrik bukanlah teknologi baru dan bisa dikuasai oleh Tanah Air. Menurutnya, Indonesia juga memiliki dua sumber bahan baku untuk teknologi baterai untuk mobil listrik berupa nikel dan kobalt yang merupakan teknologi masa depan.

Pemerintah terus mendorong percepatan pengembangan mobil dan motor listrik nasional sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendukung pemanfaatan energi bersih sebagai implementasi hasil persetujuan Conference of Parties (COP) 21 di Paris pada tahun 2015 mengenai perubahan iklim.
(tempo.co/7/11/18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories