Thu. Aug 16th, 2018

20 tahun reformasi, bukan kemajuan tetapi keprihatinan

Tommy Soeharto. foto: merdeka


MUSTANIR.COM, Bantul – Kritikan terhadap kondisi Indonesia yang saat ini memiliki banyak utang luar negeri dilontarkan oleh Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto. Kritikan ini disampaikan oleh Tommy saat berpidato di konsolidasi pemenangan Partai Berkarya di Memorial Jenderal Besar HM Soeharto, Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Senin (11/6).

“Kita sangat prihatin sekali 20 tahun kita telah melakukan reformasi bukan kemajuan tapi keprihatinan. Kita punya utang sampai Rp 5 ribu triliun menurut laporan BI. Utang wajar tapi kita harus tahu kapan utang bisa dilunasi,” ujar Tommy.

Tommy juga mengkritik kebijakan pemerintah yang saat ini banyak memberikan kelonggaran terhadap investasi asing. Tak hanya itu, kebijakan impor yang dijalankan pemerintahan Jokowi pun tak luput dari kritikan putra bungsu Soeharto ini.

“Sekarang investasi asing bukan hanya membawa modal. Tapi juga membawa orangnya. Ini memprihatinkan sementara pengangguran di Indonesia semakin meningkat yang tidak mendapatkan penyaluran yang baik,” urainya.

Tommy menambahkan terkait isu Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang terjadi di masa Orde Baru, dia meminta agar wartawan bisa menilai secara lebih jelas, teliti dan adil. Dia menyinggung bahwa kasus korupsi saat ini terjadi di mana-mana. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga lebih banyak dibandingkan masa Orde Baru.

“Apakah KKN sekarang lebih baik? Korupsi di mana-mana. OTT setiap hari hampir ada. OTT setiap hari dari partai mana? Dijawab di situ memperlihatkan selama reformasi ini seharusnya membuat yang tidak baik menjadi baik. Nyatanya tidak berjalan semestinya,” tutup Tommy Soeharto.
(merdeka.com/11/6/18)

Categories